Tak perlu ada
panggung ratapan
Untuk setiap ujian
yang datang
Namun harus hadirkan
kebangkitan
Untuk trus maju
menatap masa depan
Kita masih hidup
dilangit yang sama
Dengan hembusan angin
yang tak berbeda
Maka tak ada kata
mundur kebelakang
Karna matahari masih
bersinar terang
*Maidany-Cinta Kerja
Hamoni
Begitu damai rasanya hati ini ketika mendengar lagu maidany
yang liriknya saya kutip diatas. Pemilihan kata dan cara menyusunnya
benar-benar mampu menghipnotis fikiran yang tengah tegang memikirkan persoalan
hidup. Mampu menghentikan tangis para hati yang sedang kecewa, menghibur jiwa
yang merasa terdzolimi, membangkitkan langkah yang mulai bermalas-malasan.
Setiap kalimatnya layak dibedah dan direnungi karna sarat akan makna.
Lirik
lagi di atas seakan tidak mengizinkan kita untuk hanya sekedar mengeluh tentang
ujian kehidupan, seakan mengatakan bahwa semua orang mempunyai ujiannya
masing-masing dan selalu ada ujung dari jalan kepedihan dimana kebahagiaan
telah menanti senyum kita.
Seakan
mengatakan pada jiwa yang merasa sengsara bahwa dunia terlalu sibuk untuk
mengurusi tangisan dan ratapan kita. Yang ada adalah dunia tengah membutuhkan
bantuan kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang senantiasa muncul
silih berganti. Ketika kita sendiri sibuk meratapi ujian yang datang pada diri
kita, maka siapa yang akan membantu dunia menyelesaikan masalah-masalahnya yang
dengan pasti akan berdampak pula pada hidup kita.
Seakan
tak mengizinkan kita untuk sekedar bermanja pada entah siapa yang kitapun tak tau
dengan jelas kepada siapa kita sedang bermanja. Melarang kita untuk
mengeluarkan keluhan-keluhan yang mendramatisir situasi yang ada, karena itulah
yang akan menghipnotis otak kita untuk berfikir bahwa ujian kali ini adalah
ujian yang terberat padahal masih ada tangga lain didepan kita yang harus kita
lewati. Itu berarti masih ada ujian yang lebih berat lagi didepan kita, maka
ini bukanlah ujian terberat kita. Bukankah sepeti itu?
Dan
seakan mengatakan bahwa ada saudara disisi kita, yang senantiasa bersedia
menggandeng tangan kita, menariknya ketika kita terduduk letih, memegangnya
ketika kita terpeleset dan terjatuh. Ada mereka yang bersedia membersamai
langkah kita dan mengajak kita menyelesaikan masalah yang ada dengan bersama-sama.
Mengajari kita bahwa kita tidak sendiri.
Seakan
mengingatkan kita, mengingatkan bahwa jalan masih panjang. Hai para pejuang,
ayo bangun, tinggalkan segala keluh kesah, berdiri lalu melangkah, banyak yang
tengah menunggu karyamu, banyak yang merindukan kobaran semangatmu, dan banyak
proyek dakwah yang menunggu genggaman tanganmu. Tidakkah engkau tergiur dengan
balasan Nya?. Dia memilih orang terbaik, orang yang kuat, dan orang yang
bekerja dengan hati.