Kamis, 28 November 2013

Bekerja dengan hati



Tak perlu ada panggung ratapan
Untuk setiap ujian yang datang
Namun harus hadirkan kebangkitan
Untuk trus maju menatap masa depan

Kita masih hidup dilangit yang sama
Dengan hembusan angin yang tak berbeda
Maka tak ada kata mundur kebelakang
Karna matahari masih bersinar terang

*Maidany-Cinta Kerja Hamoni

Begitu damai rasanya hati ini ketika mendengar lagu maidany yang liriknya saya kutip diatas. Pemilihan kata dan cara menyusunnya benar-benar mampu menghipnotis fikiran yang tengah tegang memikirkan persoalan hidup. Mampu menghentikan tangis para hati yang sedang kecewa, menghibur jiwa yang merasa terdzolimi, membangkitkan langkah yang mulai bermalas-malasan. Setiap kalimatnya layak dibedah dan direnungi karna sarat akan makna.

Lirik lagi di atas seakan tidak mengizinkan kita untuk hanya sekedar mengeluh tentang ujian kehidupan, seakan mengatakan bahwa semua orang mempunyai ujiannya masing-masing dan selalu ada ujung dari jalan kepedihan dimana kebahagiaan telah menanti senyum kita.
Seakan mengatakan pada jiwa yang merasa sengsara bahwa dunia terlalu sibuk untuk mengurusi tangisan dan ratapan kita. Yang ada adalah dunia tengah membutuhkan bantuan kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang senantiasa muncul silih berganti. Ketika kita sendiri sibuk meratapi ujian yang datang pada diri kita, maka siapa yang akan membantu dunia menyelesaikan masalah-masalahnya yang dengan pasti akan berdampak pula pada hidup kita.
Seakan tak mengizinkan kita untuk sekedar bermanja pada entah siapa yang kitapun tak tau dengan jelas kepada siapa kita sedang bermanja. Melarang kita untuk mengeluarkan keluhan-keluhan yang mendramatisir situasi yang ada, karena itulah yang akan menghipnotis otak kita untuk berfikir bahwa ujian kali ini adalah ujian yang terberat padahal masih ada tangga lain didepan kita yang harus kita lewati. Itu berarti masih ada ujian yang lebih berat lagi didepan kita, maka ini bukanlah ujian terberat kita. Bukankah sepeti itu?
Dan seakan mengatakan bahwa ada saudara disisi kita, yang senantiasa bersedia menggandeng tangan kita, menariknya ketika kita terduduk letih, memegangnya ketika kita terpeleset dan terjatuh. Ada mereka yang bersedia membersamai langkah kita dan mengajak kita menyelesaikan masalah yang ada dengan bersama-sama. Mengajari kita bahwa kita tidak sendiri.
Seakan mengingatkan kita, mengingatkan bahwa jalan masih panjang. Hai para pejuang, ayo bangun, tinggalkan segala keluh kesah, berdiri lalu melangkah, banyak yang tengah menunggu karyamu, banyak yang merindukan kobaran semangatmu, dan banyak proyek dakwah yang menunggu genggaman tanganmu. Tidakkah engkau tergiur dengan balasan Nya?. Dia memilih orang terbaik, orang yang kuat, dan orang yang bekerja dengan hati.