Minggu, 20 Juni 2010

KETIKA SAAT ITU DATANG.....

Bila hati tak lagi selembut sutra,
Bila jiwa tak lagi seindah mekarnya bunga,
Bila langkah tak lagi seanggun rembulan,

Bila kejujuran tak lagi ditemukan,
Bila kebenaran tak lagi ditegakkan,
Bila mentari telah enggan bersinar,

Maka takkan da lagi waktu tuk bersujud pada_Nya,
Takkan da lagi tawa dalam canda,

Karena yang tersisa hanya tangis dalam duka,
Penyesalan dalam lara,
Dan raga bermandikan dosa,

Ucapkanlah LA ILLAH HA ILLALLAH pada yang kuasa,
Sebelum dunia binasah
Saat kiamat menjemput masa

Sesungguhnya jiwa dan raga kita hanyalah milik_Nya semata....

Semoga hari ini adalah awal untuk menjadi yang lebih baik lagi....
Amiiiiiiieen....

Jumat, 18 Juni 2010

Ketika Masa Tak kunjung Datang...

Setiap insan mempunyai masanya tersendiri
Tak semua insan mempunyai masa yang sama
Maka saat datang masa kawanmu
Sedang belum datang masamu
Maka hendaklah kamu bersabar
Setiap orang mempunyai hak yang sama
Hanya saja masa tuk meraih hak tersebut yang berbeda
Saat engkau marah pada tuhanmu
Karena kawanmu bisa meraih impiannya terlebih dulu
Maka sadarlah bahwa seungguhnya belum datang masamu

Mengapa setiap orang benci dengan sebuah penantian...???
Padahal mereka semua sesungguhnya berada dalam sebuah penantian dibumi ini
Mereka menanti masa mereka
Masa disaat mata mereka telah berhenti tuk berkedip....

Kamis, 17 Juni 2010

RAHASIA DIBALIK SUJUD...

perbanyak sujud karena itu dapat membuat otak kita segar dan sehat selalu ..

“Sholat itu Bikin Otak Kita Sehat” “Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan Berkurbanlah”. Q.S Al Kautsar (102) : 2

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”. QS. Al-Baqarah (2) ayat 43.

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia), sedangkan ia biasa melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)”. Hadist Riwayat Tabrani.

Tergantung pada kecintaan dalam mengerjakan sholat. Oleh karena itu kenalilah dirimu sendiri wahai hamba Allah! Takutlah kamu jika nanti menghadap Allah Azza Wa Jalla tanpa membawa kualitas keislaman yang baik. Sebab kualitas keislaman dalam hal ini ditentukan oleh kualitas ibadah sholatmu. (Ibn al Qayyim, ash Sholah, hal 42 dan ash Sholah wa hukmu taarikihaa, hal 170-171)

**

Shalat dan Otak Manusia

Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita?

Seorang Doktor di Amerika (Dr. Fidelma) telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran.

Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu itu telah membuka sebuah klinik yang bernama “Pengobatan Melalui Al Qur’an” Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya.

Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.

Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang waktu yang diwajibkan oleh Islam.

Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena Sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.

**

Kesimpulannya :

Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan Secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial Masyarakat saat ini.

sumber : http://sabilmargi.blogspot.com/2010/04/perbanyak-sujud-karena-itu-dapat.html

HIDUP UNTUK DUNIA KEDUA

Nabi bersabda :
makrifat adalah modalku,
akal pikiran adalah sumber agamaku,
rindu adalah kendaraanku,
berdzikir kepada ALLAH kawan dekatku,
keteguhan perbendaharaanku,
duka adalah kawanku,
ilmu adalah senjataku,
ketabahan adalah pakaianku,
kerelaan sasaranku,
faqr adalah kebanggaanku,
menahan diri adalah pekerjaanku,
keyakinan makananku,
kejujuran perantaraku,
berjihad perangaiku,
ketaatan adalah ukuranku,
dan hiburanku adalah dalam sembahyang...

My Friend in My Heart


Tatapan terakhirmu...
Membuatku tak kuasa memandangmu
Sungguh beda kurasa, tak seperti biasa
Namun ku suka tatapan itu
Kutakut kehilangan tatapan itu
kumau kau selalu berikan tatapn seperti itu
Meski ku tak tahu saat kau menatapku

Kau tak sesempurna yang aku inginkan
Namun kau mampu menawan fikiranku
Yach...Meski kau tak mampu buatku berpindah hati padamu
Ku akui, saat ku harus memilih
ku pasti lebih memilih dia, karena dia terlalu sempurna dimataku

namun, kau pun telah mampu buatku tak kesepian saat dia tak disampingku
meskipun begitu, aku tetap ingin melupakamu
karena kita memang tak untuk bersatu
ku hargai rasamu untukku
karena kurasa aku pun menyimpan rasa itu...

Rabu, 16 Juni 2010

Pujaan Hati...

rintik hujan berteman semilir angin,,,
menerpa raga dengan kesejukannya,,,
suara tetesan hujan yang menghanyutkan jiwa,,,
bagai suara senar gitar yang di petik olah sebuah tangan lembut,,,
mengalun indah meneteskan air mata di pipi manis itu,,,
ku tak mampu berkata walaupun sepatah kata,,,
ku hanya mampu menemani tetesan air mata itu lewat mata ini,,,
ku hanya bisa temanimu lewat tetesan air mata ini jadi
ku mohon izinkanlah ku tetap menemanimu,,,
walau sampai kering air mata ini....

Selasa, 15 Juni 2010

MAKALAH KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA

A. Makna Agama Islam Serta Karakteristiknya

1. Makna agama islam

Kata islam berarti damai, selamat, sejahtera, penyerahan diri, patuh dan taat. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa agama islam adalah agama yang mengandung ajaran untuk menciptakan kedamaian, keselamatan dan kesejahteraan kehidupan umat manusia pada khususnya dan semua makhluk Allah pada umumnya. Kondisi tersebut akan terwujud jika manusia sebagai penerima amanah Allah dapat menjalankan aturan tersebut secara benar.

2. Karakteristik ajaran agama islam

Karakteristik ajaran agama islam yaitu :

 Sesuai dengan fitrah manusia
 Ajarannya sempurna
 Kebenarannya mutlak
 Mengajarkan keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan
 Fleksibel dan ringan
 Berlaku secara universal
 Sesuai dengan fikiran dan memotivasi manusia untuk menggunakan akal pikirannya
 Inti ajarannya tauhid dan seluruh ajarannnya mencerminkan ketauhidan Allah tersebut
 Mencerminkan rahmat, kasih sayang Allah terhadap makhluk_Nya

Bentuk-bentuk kerahmatan Allah pada ajaran islam :

 Islam menunjukkan manusia jalan hidup yang benar
 Islam memberikan kebebasan kepada manusia untuk menggunakan potensi yang diberikan oleh Allah secara bertanggung jawab
 Islam menghargai dan menghormati semua manusia sebagai hamba Allah, baik mereka manusia sebagai hamba Allah, baik mereka muslim ataupun non muslim
 Islam mengatur pemanfaatan alam secara baik dan proporsional
 Islam menghormati kondisi pesifik individu dan memberikan perlakuan yang spesifik pula

B. Ukhuwah Islamiyah Dan Ukhuwah Insaniyah

1. Uhkuwah islamiyah

Kata ukhuwah berarti persaudaraan, maksudnya pefrasaan simpati dan empati antara dua orang atau lebih. Jalinan perasaan itu menimbulkan sikap timbala balik untuk saling membantu bila pihak lain mengalami kesulitan, dan sikap untuk saling membagi kesenangan kepada pihak lain bila salah satu pihak meneukan kesenangan.

2. Ukhuwah insaniyah

Konsep persaudaraan sesama manusia, ukhuwah insaniyah dilandaasi oleh ajaran bahwa semua umat manusia adalah makhluk Allah. Sekalipun Allah memberikan petunjuk kebenaran melalui ajaran islam, tetapi Allah juga memberikan kebebasan kepada setiap manusia untuk memilih jalan hidup berdasarkan pertimbangan rasionya. Karena itu sejak awal penciptaan, Allah tudak tetapkan manusia sebagai satu umat, padahal Allah bisa bila mau.
Dalam praktek, ketegangan antar umat beragama sering terjadi, begitu pula antara umat beragama dengan pemerintah, hal itu disebabkan oleh :

 Sifat dari masing-masing agama yang mengandung tugas dakwah atau misi
 Kurangnya pengetahuan para pemeluk agamanya sendiri dan agama pihak lain
 Para pemeluk agama tidak bisa menahan diri, sehingga kurang menghormati bahkan memandang rendah agama lain
 Kaburnya batas antara sikap memegang teguh keyakinan agama dan toleransi dalam kehidupan masyarakat
 Kecurigaan masing-masing akan kejujuran pihak lain, baik intern umat beragama, antar umat beragama, maupun antar umat beragama dengan pemerintah
 Kurangnya saling pengertian dalam menghadapi masalah perbedaan pendapat
Dalam pemdinaanumat beragama, para pemimpin dan tokoh agama mempunyai peranan yang besar, yaitu :
 Menerjemahkan nilai-nilai dan norma-norma agama dalam kehidupan masyarakat
 Menerjemahkan gagasan-gagasan pembangunan ke dalam bahasa yang dimengerti oleh rakyat
 Memberikan pendapat, saran dan kritik yang sehat terhadap ide-ide dan cara-cara yang dilakukan untuk suksesnya pembangunan
 Mendorong dan membimbing masyarakat dan umat beragama untuk ikut serta dalam usaha pembangunan

C. Kebersamaan Umat Beragama Dalam Kehidupan Sosial

1. Pandangan agama islam terhadap umat non islam

Dari segi akidah, setiap orang yang tidak mau menerima islam sebagai agamanya disebut kafir atau non muslim. Kata kafir berarti orang yang menolak, yang tidak mau menerima atau mentaati aturan Allah yang diwujudkan kepada manusia melalui ajaran islam. Orang kafir yang mengganggu, menyakiti dan memusuhi orang islam disebut kafir harbi, dan orang kafir yang hidup rukun dengan orang islam disebut kafir dzimmi. Kafir harbi adalah orang kafir yang memerangi orang islam dan boleh diperangi oleh orang islam. Kafir dzimmi adalah orang kafir yang mengikat perjanjian atau menjadi tanggungan orang islam untuk menjaga keamanan dan keselamatannya.

2. Tanggung jawab sosial umat islam

Bentuk tanggung jawab umat islam meliputi berbagai aspek kehidupan, di antaranya adalah :

 Menjalin silahturahmi dengan tetangga
 Memberikan infak sebagian dari harta yang dimiliki, baik yang wajib dala bentuk zakat maupun yang sunnah dalam bentuk sedekah
 Menjenguk apabila ada anggota masyarakat yang sakit dan ta’ziah apabila ada anggota masyarakat yang meninggal dengan mengantarkan jenazahnya sampai ke kubur
 Memberi bantuan menurut kemampuan bila ada anggota masyarakat yang memerlukan bantuannya
 Pentusunan sistem sosial yang efektif dan efisien untuk membangun masyarakat, baik mental spiritual maupun fisik materialnya


3. Amar ma’ruf dan nahi mungkar

Amar ma’ruf dan nahi mungkar artinya memerintahkan orang lain untuk berbuat baik dan mencegah perbuatan jahat. Sikap amar ma’ruf nahimungkar akan efektif apabila orang yang melakukannya juga memberi contoh.
Bentuk amar ma’ruf dan nahi mungkar yang tersistem di antaranya adalah :

 Mendirikan masjid
 Menyelenggarakan pengajian
 Mendirikan lembaga wakaf
 Mendirikan lembaga pendidikan islam
 Mendirikan lembaga keuangan atau perbankan syari’ah
 Mendirikan media maasa islam : koran, radio, televisi, dan lainnya
 Mendirikan panti rehabilitasi anak-anak nakal
 Mendirikan pesantren
 Menyelenggarakan kajian-kajian islam
 Membuat jaringan informasi sosial; dan lain-lain

Sebagai agama yang universal dan komprehensif, islam mengandung ajaran yang integral dalam berbagai aspek kehidupan umat manusia. Islam tidak hanya mengajarkan tentang akidah dan beribadah semata, tetapi islam juga mengandung ajaran

CHILDREN OF HEAVEN

Title : DRAMA
Topic : Example of drama ( Children Of Heaven )


Genre : Drama comedy
Type : Drama child (family-oriented adventure)
Director : Majid Majidi
Producer : Amir Esfandiari, Mohammad Esfandiari
Written by : Majid Majidi
Stars : Amir Farrokh Hashemian. Bahare Seddiqi
Music by : Keivan Jahanshashi
Cinematography : Parviz Malekzaade
Editors : Hassan Hassandoost
Distribution by : Miramax Films
Release Date : January 22, 1999
Duration : 89 minutes
Country : Iran
Language : Persian
Budget : 180,000 dollars
Gross Revenue : 933,933 dollars

Stars : Mohammad Amir Naji (Ali's Father), Amir Farrokh Hashemian (Ali), Bahareh Seddiqi (Zahra), Nafiseh Jafar Mohammadi (Roya), Fereshteh Sarabandi (Ali's Mother), Kamal Mir-Karimi (Principal).

CHILDREN OF HEAVEN


 Theme Drama : Brotherhood

 Synopsis Drama

This drama tells about the struggle of a brother named Ali to get a new shoe named for her sister Zahra. The story begins when Zahra's shoes destroyed, because Ali's family, including the poor families will reply Ali's father can not even buy new shoes for Zahra and her father finally decided to get Zahra Ali bring shoes to a shoemaker for repair. Ali also took his brother's shoes to a shoemaker to be repaired but when driving home the shoes were missing. Ali mecari shoe-here there but he did not find him and eventually he came home without a shoe.
When Zahra knew that her brother did not carry his shoes so Zahra Ali was asked where his shoes, Ali was told about it and asked Zahra to merahasiaakannya from both parents. Zahra Ali to accept the request because he knew his father did not have the money to buy new shoes. Then Ali asked that his brother would take turns wearing Ali to school. Finally, they also took turns wearing Ali to school. As the morning wore shoes Zahra Ali to school and during the day shift Ali's shoes to school. Uncomfortable setting this leads to one adventure at one time they tried to hide the plan from parents and their teachers, attend their schools and work, and get a new pair of shoes for Zahra Zahra.Suatu day to see his shoes on the feet missing schoolmates, and he followed up to the house, but they soon became friends.
One day, Ali's father took the initiative for the profession pidah daily gardener. So Ali's father Ali mrngajak to town to look for people who need long jasanya.Setelah looking for people who need their services, ali dad got a new customer, and Ali's father earn a lot of work that day. But on the way home when suddenly the brakes relieved sepedah Ali's father and eventually they fall keselokan and hit a tree. The money they work all day they spend on treatment and the rest is not enough to buy a pair of shoes.
One day Ali enters a high-profile children's footrace in hopes of becoming the third winner to be awarded a new pair of sneakers. But teryata He became the first winner and another prize instead. The film ends with Zahra knowing that he would not get a pair of new shoes, but there are two pairs of shoes in their father's bicycle at the end of the movie that appear to be red shoes similar Zahra Zahra lost shoe and a pair of white sneakers, maybe for Ali. The film ends with the final scene shows yanng Ali blisters on the feet.
 Characterizations

 Mohammad Amir Naji : Ali’s father
 Fereshteh Sarabandi : Ali’s mother
 Amir Farrokh Hashemian : Ali
 Bahareh Seddiqi : Zahra
 Jafar Nafise : Roya

 Character Actors

 Ali : plain, smart, obedient, affectionate
 Zahra : plain, obedient, affectionate
 Ali's father : hard, hard worker
 Mother Ali : hard worker, helpful
 Principal : discipline, good-hearted
 Roya : kind, friendly

 Background Drama

This drama made in Taheran. This is also to be able to describe the play's hometown realistic movie made, and in order to facilitate the audience to actually dissolve in this drama.

 Plot

Plot used in this drama is the plot forward and quite simple. But able to make the audience was surprised by the events of the unexpected.

 Language

The language used in this drama is the play's original language was made, but this drama is also equipped with a language translation from Persian into English, Indonesian and other languages in which this drama is displayed. Translating the language in this movie was very good, so the audience can easily understand the content of the drama.

 Background Music
Various kinds of background music used in this drama:
 Bittersweet
 Humorous
 Gentle
 Warm
 Affectionat

 Affectionat

Background music used in this drama are also well suited to the scenes in this movie, so as to help the audience to better appreciate the scenes drama.

 Award
This drama was nominated in the Academy Award as best foreign language film in 1998.
 Assessment

The drama is clearly influenced by Italian neo-realists such as "Bicycle Thief" Vittorio De Sica director, Majid Majidi Helmer uses real locations and nonprofessional actors to fashion an interesting portrait of determination and youthful. And in order to document daily life in the capital, these filmmakers are not so put the material in this drama. The story is very close to real life makes a lot of people can easily go into this drama so as to attract the attention of the audience while watching this drama.

Ability protagonist of this drama, that Ali was very good and could actually manghayati role that can attract the attention of the audience penontan to make tears in his eyes as he watched the scenes of Ali perankan touching.

The innocence of children who dominate the play makes the audience was stunned awe watching this movie. Amir Farrokh Hashemian who served as Ali, described a brother who was so fond of his brother, willing to join a game just to run a shoe mendapatka gift he wants to give to his sister, Zahra. Bahareh Seddiqi innocence faces that act as Zahra (Ali's brother) was so wonderful, sweet little girl who so loved his family, who always fought vigorously to keep the school could even have difficulty taking turns with her sister's shoes every day. Both children are willing to sacrifice by alternating shoes to school just because they do not want their parents membebeni thinking about how to buy a shoe for Zahra amid economic situation is very mediocre, and even practically deficiency. Similarly, Mohammad Amir Naji who served as Ali's father, he worked hard day and night to solve the economic problems they are facing, on the other hand he wanted to give rock shoes for her two children. Fereshteh Sarabandi and acting as Ali's mother, she'd worked as a washerwoman's clothes amid an ailing condition was. So that this scene can give us the impression of an economic family in a very mediocre can work together to solve the economic problems they are facing. A family full of cooperation.
After seeing so many American movies in which the family is the norm function, can be initially unsettling to see a family whose members all love one another. Indeed, in addition to material loss, one of the things that cause pain as a boy is that he adored younger brother, but he has failed to make her smile. Majidi understands how such a terrible event could appear on a child, and although he admitted the presence of their parents, wisely he will remain focused on the perspective of children.
Although this line of play is very simple valued by some people, but the play was also able to captivate many audiences. Solidarity and affection between brother and sister so thick in this film an added value to this play and able to make the audience completely captivated by this play. This drama is practically close to perfect in the drama category of children.
 Wisdom

Wisdom contained in this drama is how we learn to work together with our brothers, sharing love and how we try to understand the economic condition of our families work together to deal with existing problems in our kelurga, particularly in economic issues. And school is not meant to wear good shoes but must have knowledge and good achievement. Without a good shoe we were able to reach achievements. And gives us a fact that a child of the family economic situation even a mediocre sort of far from sufficient to get the value and good performance in school, even had achievements in the field of non-academic as well.

Here also can be seen that as if the writer wants to express his vision, the pain and joy of the kids like a little jewel.

 Conclusion

This drama has a social value that is very good, the value of such a tight brotherhood. So that could be an example to us all. And, this drama make us to give more love for our family.

KATA KONGKRET BAHASA INDONESIA

1. LATAR BELAKANG

Bahasa Indonesia merupakan pendukung kebudayaan Indonesia. Makin bertambah tinggi kebudayaan bangsa Indonesia, makin tinggi Bahasa Indonesia. Semakin luas pengetahuan bahasa yang digunakan dalam komunikasi, semakin meningkat kemampuan dalam memberi makna suatu kata atau kalimat.
Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang ada sejak pendidikan dasar hingga pendidikan di perguruan tinggi. Meskipun mata pelajaran Bahasa Indonesia telah ada sejak pendidikan dasar, penerapan Bahasa Indonesia dalam masyarakat masih sering tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak jarang pula ditemukan kesalahan-kesalahan penggunaan Bahasa Indonesia dalam penulisan karya tulis ilmiah.
Dewasa ini banyak pelajar yang sering menganggap Bahasa Indonesia sebagai pelajaran yang mudah. Namun pada kenyataannya, mereka masih sering mengalami kesulitan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Kasus yang sering terjadi misalnya, pelajar sulit membedakan antara kata konkret dengan kata abstrak. Dua jenis kata ini sering di anggap sebagai hal yang mudah oleh para pelajar, namun dalam prakteknya mereka masih sering salah dalam mengelompokkan dua jenis kata ini.
Pemahaman para pelajar tentang kata konkret dalam Bahasa Indonesia bisa dibilang masih kurang. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya minat mereka untuk belajar Bahasa Indonesia dengan sungguh-sungguh. Untuk membantu para pelajar agar lebih mudah memahami kata konkret Bahasa Indonesia, maka saya menulis artikel tentang kata konkret Bahasa Indonesia. Artikel ini diharapkan dapat membantu para pelajar dalam mempelajari kata konkret Bahasa Indonesia sehingga dapat mengurangi tingkat persentase pelajar yang tidak memahami kata konkret Bahasa Indonesia.
2. PERMASALAHAN

Dari latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka permasalahan yang terdapat dalam artikel ini adalah :
 Apa yang dimaksud dengan kata kongkret Bahasa Indonesia ?

3. PENGERTIAN
Istilah “kata” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1988:395) adalah, “kata adalah (1) unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa; (2) ujar, bicara; (3) satuan (unsur) bahasa yang terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas”. Pandangan Alisjahbana ( I. 1978:58) yang berbunyi, “kata adalah astuan kumpulan bunyi atau huruf yang terkecil yang mengandung pengertian”.
Pendapat lain dikemukakan oleh Keraf (1978:57) yang berbunyi, “kata adalah kesatuan-kesatuan yang terkecil yang diperoleh sesudah sebuah kalimat dibagi atas bagian-bagiannya, dan yang mengandung suatu ide”. Sedangkan Harimurti (1982:76) mengatakan, “kata, (1) morfem atau kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas; (2) satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal atau gabungan morfem”.
Anton M. Moeliono berpendapat bahwa kata konkret adalah kata yang mengacu ke barang yang spesifik di dalam pengalaman kita. Prof. Dr. H. Mansoer Pateda mengemukakan bahwa kata konkret adalah kata-kata yang acuannya nyata, kata-kata yang acuannya dapat didindera. Kata-kata seperti buku, kapur, papan tulis, tinta, adalah sebagian dari kata-kata yang termasuk kosakata konkret. Kata-kata ini wujudnya dapat dilihat, dapat diindera.
Pada abad ke-16, seorang ahli tatabahasa Spanyol, Sanches de las Brozas mendefinisikan bahwa kata-kata benda konkret (kata konkret) adalah nama dari benda-benda yang dapat ditangkap dengan pancaindera, Kata benda konkret selanjutnya dibagi lagi atas; nama diri, nama zat dan lain sebagainya.

4. PEMBAHASAN
Kata "kata" dalam bahasa Melayu dan Indonesia diambil dari bahasa Sansekerta kathā. Dalam bahasa Sansekerta kathā sebenarnya artinya adalah "konversasi", "bahasa", "cerita" atau "dongeng". Dalam bahasa Melayu dan Indonesia terjadi penyempitan arti semantis menjadi "kata". Suatu kata merupakan bagian dari sistem komunikasi. Penguasaan terhadap suatu kata maupun kosakata dapat mempengaruhi tingkat berbahasa kita sehingga akan berpengaruh pula terhadap tingkat efektifitas kita dalam berkomunikasi.
Kata-kata konkret adalah kata-kata yang menunjuk kepada objek yang dilihat, didengar, disarakan, diraba, atau dibau. Kata-kata konkret lebih mudah dipahami dari pada kata-kata abstrak. Kata yang acuannya semakin mudah diserap panca indra disebut kata konkret, seperti meja, rumah, mobil, air, cantik, hangat, wangi, suara. Kata-kata konkrit dapat lebih efektif jika dipakai dalam karangan narasi atau deskripsi sebab, dalam merangsang panca indra. Karena itu, dalam karangan sebaiknya dipakai kata konkret sebanyak-banyaknya agar karangan itu menjadi lebih jelas. Kata konkret merujuk kepada objek yang dapat diserap oleh panca indera.
Kata Abstrak Kata Konkret
kemakmuran sandang, pangan, papan
pembangunan mendirikan rumah, membangun jalan
demokrasi musyawarah, pemungutan suara
Dan suatu kata mempunyai pengertian konkret apabila ia menunjuk kepada suatu benda, orang atau apa saja yang mempunyai eksistensi tertentu seperti : Mobil, Motor, TV, Meja, Kursi, Orang batak itu, Orang Jawa itu, Rumah dan lain-lain.
Kata ‘orang batak’ dan ‘orang jawa’ jika dimaksudkan adalah sekelompok orang yang tinggal di Medan atau di Jawa Tengah, maka dia akan bermakna konkret. Konkret, karena jelas yang dimaksudkan adalah tentang keberadaan (eksistensi) sekelompok orang. Tetapi jika maksud sipenutur adalah tentang sifat, cara dan sikap hidup orang jawa dan orang batak, maka pengertian kata tersebut berubah menjadi kata abstrak. Sebaliknya, Kesehatan, Kebodohan, Kepandaian, Kekayaan, Kemiskinan juga bisa berubah maknanya menjadi kata konkret jika ia menunjuk kepada suatu benda, orang atau apa saja yang mempunyai eksistensi tertentu.
Untuk memudahkan kita dalam membedakan pengertian kata abstak dan konkret, berikut ini adalah contoh kata yang mempunyai pengertian konkret :
Kebaikan anda tidak mungkin terlupakan.
Kesempurnaan lukisan ini mengagumkan banyak pengunjung.
Kekayaan Bill Gate bernilai Milyaran Dollar.
Kenakalan remaja membikin gerah Pemda DKI.
Sedangkan pada pernyataan berikut ini, pengertian kata-kata yang bergaris miring dan tebal itu berubah menjadi kata Abstrak :
Kebaikan adalah perbuatan yang sangat diharapkan.
Kesempurnaan adalah tanda kesungguhan dalam berusaha dan berkarya.
Kekayaan dapat membuat orang lupa kepada Tuhan
Kenakalan adalah sikap yang perlu mendapat perhatian khusus.
Kepiawaian dalam membedakan makna konkret dan abstark ini sangat berguna dalam banyak kajian sosial, politik, agama dan filsafat.
Kata-kata mana yang sebaiknya digunakan di dalam sebuah karangan?. Jawabannya tergantung kepada jenis dan tujuan penulisan. Karangan yang menekankan deskripsi faktual tentulah lebih memprioritaskan kata-kata konkret. Kata-kata konkret menjadi efektif di dalam karangan deskripsi karena dapat merangsang pancaindra. Akan tetapi, jika yang dikemukakan adalah generalisasi-generalisasi, tentu akan lebih banyak digunakan kata-kata abstrak. Walaupun tidak mutlak, pemakaian kata-kata konkret dapat menjadikan sebuah karangan lebih jelas dan mudah dipahami. Sebaliknya, kata-kata abstrak umumnya lebih sulit dipahami daripada kata-kata konkret.hal itu karena kata konkret dapat kita pahami atau rasakan dengan panca indera kita sedangkan kata abstrak hanya bisa kita bayangkan dan fikirkan saja sehingga pemahaman terhadap kata konkret relatif mudah.
Ada dua jenis penambahan kosa kata (1) horisontal dan (2) vertikal. Penambahan kosa kata secara horisontal adalah mampu memahami kosa kata konkret dan dapat menggunakan kata secara tepat. Ada pun vertikal adalah peningkatan jumlah kosa kata konkret dan abstrak yang dipahami dan digunakan secara tepat. Misalnya kata besar dapat dimaknai tinggi. Sehingga penambahan kosa kata vertikal dan horisontal ini saling berhubungan.
Orang yang memiliki kemampuan memilih kata adalah orang harus (a) memiliki kosakata, (b) memahami makna kata tersebut, (c) memahami cara pembentukannya; (d) memahami hubungan-hubungannya, dan (e) memahami cara merangkaikan kata menjadi kalimat yang memenuhi kaidah struktural dan logis. Pengetahuan tentang kosakata konkret sangat dibutuhkan dalam pemilihan kosakata. Memahami kosakata konkret akan membantu dalm memahami makna yang terkandung dalam suatu kata atau kalimat.
Nomina atau kata benda adalah kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Kata benda dapat dibagi menjadi dua: kata benda konkret untuk benda yang dapat dikenal dengan panca indera (misalnya buku), serta kata benda abstrak untuk benda yang menyatakan hal yang hanya dapat dikenal dengan pikiran (misalnya cinta). Sehingga dapat dipahami bahwa kata konkret identik dengan kata benda yang bisa dikenal oleh panca indera.
Dalam persoalan kata benda, bahasa-bahasa Barat, khususnya bahasa Yunani-Latin, mempunyai ciri-ciri yang khusus untuk menunjukkan bahwa kata tersebut adalah kata benda. Ciri-ciri itu meliputi:
 Perubahan bentuk berdasarkan fungsi kata itu dalam sebuah kalimat ( Casus ).
 Perubahan bentuk berdasarkan jumlah dari kata benda itu ( Numerus ). Bahasa Latin mengenal dua numeri: Singularis dan Pluralis atau Tunggal dan Jamak, sedangkan bahasa-bahasa Yunani dan Sansekerta mengenal tiga numeri: Singularis, Dualis dan Pluralis.
 Jenis kata dari kata benda itu (genus atau gender).
Semua ciri itu tidak bisa diterapkan dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tidak menganal akan adanya casus, tidak mengenal akan adanya numerus juga tidak mengenal genus . Kita tidak perlu merasa bahwa bahasa Indonesia kekurangan sesuatu atau miskin akan sesuatu bentuk atau konsep. Tiap bahasa memiliki sifat-sifat yang khas. Sistem bahasa Indonesia dalam dirinya sendiri cukup sempurna untuk mengungkapkan segala sesuatunya sebagai pendukung kebudayaan bangsa Indonesia . Untuk itu perlu kita menggali (bukan meniru-niru) ciri-ciri yang masih tersembunyi dalam struktur bahasa ini, untuk dijadikan ciri kata bendanya.
Kosakata konkret sering digunakan dalam segala bidang terutama dalam bidang perdagangan misalnya uang, pasar dan peti kemas, dan dalam bidang perukanan misalnya ikan, laut, sungai, es dan lain sebagainya. Sedangkan dalam bidang keagamaan sering dipakai kosakata abstrak, misalnya dosa, pahala, iman dan lain sebagainya.


5. SIMPULAN

Dari data yang telah didapat, maka dapat disimpulkan bahwa kata kongkret Bahasa Indonesia adalah kata yang merujuk kepada objek yang dapat diserap oleh panca indera. Sehingga suatu kata mempunyai pengertian konkret apabila ia merunjuk kepada suatu benda, orang atau apa saja yang mempunyai eksistensi tertentu. Kata konkret juga bisa di identikkan dengan kata benda karena pada umumnya kata konkret banyak berupa sebagai kata benda.
Kata konkret sangat berpengaruh dalam pemilihan kata. Hal ini disebabkan karena pemilihan suatu kata sangat mempengaruhi makna dari kalimat tersebut sehingga perlu dipahami secara mendetail tentang jenis kata yang akan digunakan.
Penggunaan kata konkret tidak hanya pada satu bidang, namun juga dalam semua bidang. Sehingga pemahaman tentang kata konkret perlu dipermantap untuk membantu mengidentifikasi makna dari suatu kata maupun kalimat dalam semua bidang.


6. DAFTAR PUSTAKA

http://7assalam9.wordpress.com/ketepatan-pilihan-kata/
http://ivaa-aksara.org/2009/04/19/diksi-dan-kalimat-efektif/
http://parapemikir.com/abstrak-dan-konkrit.html
http://tata-bahasa.110mb.com/Kata%20Benda%20-%20Tradisional.htm

http://uinsuka.info/sukapressonline/index.php?option=com_content&task=view&id=29&Itemid=1

Kosasih E. 2007. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Bandung:YRAMA WIDYA

Pateda Mansoer. 1995. Kosakata dan Pengajarannya. Ende: Nusa Indah

Pateda Mansoer. 1991. Linguistik Terapan. Ende: Nusa Indah

Senin, 24 Mei 2010

My Heart...

akhirnya ku kehilangannya,
akhirnya yang kutakutkan telah terjadi,

ya illahi robb...
bantu hamba melupakannya,
ku terlalu mencintainya,

bantu aku membencinya,

Selasa, 30 Maret 2010

PENGERTIAN DAN HAKIKAT BAHASA

1. Pengertian bahasa
Apa itu bahasa ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknnya jika kita memperhatikan beberapa pengertian bahasa tersebut berdasarkan pengertian umum dengan melihat kamus umum, sebagai istilah linguistik dengan melihat kamus linguistik, dan menyimak aneka pendapat para ahli dari latar belakang yang berbeda.
Dalam kamus umum, dalam hal ini Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1990: 66) bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi berartikulasi yang bersifat sewenang-wenang dan konvensional yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
Kamus Webster mendefinisikan bahasa sebagai A systematic means of communication ideas or feeling by the use of communication sign, sounds, gestures, or mark having understood meanings.
Dari dua makna umum tentang bahasa di atas, ada persamaan yang jelas. Persamaan itu adalah bahwa bahasa ditempatkan sebagai alat komunikasi antar manusia untuk mengungkapkan pikiran atau perasaan dengan menggunakan simbol-simbol komunikasi baik yang berupa suara, gestur (sikap badan), atau tanda-tanda berupa tulisan.
Sebagai sebuah istilah dalam linguistik, Kridalaksana (1993:21) mengartikannya sebagai sebuah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Pei dan Gaynor (1975:119) mengatakan bahwa bahasa adalah A system of communication by sound, i.e., through the organs of speech and hearing, among human beings of certain group or community, using vocal symbols possessing arbitrary conventional meaning.
Dari pandangan ahli linguistik seperti Kridalaksana, Pei, dan Gaynor di atas, bahasa ditekankan sebagai sebuah sistem lambang. Istilah sistem mengandung makna adanya keteraturan dan adanya unsur-unsur pembentuk.
Jalaludin Rakhmat (1992:269), seorang pakar komunikasi, melihat bahasa dari dua sisi yaitu sisi formal dan fungsional. Secara formal, bahasa diartikan sebagai semua kalimat yang terbayangkan, yang dibuat menurut tatabahasa. Sedangkan secara fungsional, bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. Definisi yang diajukan Rakhmat ini tampak mencoba merangkum pengertian umum dengan pendapat linguis. Istilah sisi formal yang dikemukakan Rakhmat mirip dengan istilah sistem, sedangkan sisi fungsional sejalan dengan bahasa sebagai alat komunikasi.
Pemahaman bahwa bahasa sebagai alat komunikasi, juga didukung oleh seorang sosiolinguis bernama Ronald Wardhaugh. Ia menyatakan bahwa bahasa adalah A System of aribtrary vocal symbols used for human communication
Penggambaran yang lebih luas tentang bahasa pernah disampaikan oleh bapak linguistik modern, Ferdinan de Saussure. Ia menjelaskan bahasa dengan menggunakan tiga istilah yaitu langage, Langue, dan parole. Ketiga istilah dari bahasa Prancis itu dalam bahasa Indonesia dipadankan dengan satu istilah saja yaitu ‘bahasa’. Langage adalah sistem lambang bunyi yang digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara verbal. Langage ini bersifat abstrak. Istilah langue mengacu pada sistem lambang bunyi tertentu yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat tertentu. Sedangkan parole adalah bentuk konkret langue yang digunakan dalam bentuk ujaran atau tuturan oleh anggota masyarakat dengan sesamanya (Chaer, 1995:39-40; Chambers, 95:25; Verhaar,81:1).
Definisi lain tentang bahasa, antara lain bisa kita dapat dari Finochiaro. Meskipun tidak terlalu berbeda dengan definisi-definisi di atas, ia memasukkan kaitan bahasa sebagai bentuk budaya. Ia menyatakan bahwa Language is a system of arbitrary, vocal sumbols which permits all peaple in a given culture, or other peaple who have learned the system of the culture, to communicate or to interact.
Dari sudut pandang psikologi, karena bahasa itu sebuah sistem simbol terstruktur, maka bahasa bisa dipakai sebagai alat berpikir, merenung, bahkan untuk memahami segala sesuatu. De Vito menyatakan bahwa bahasa adalah A potentially self-refleksive, structired system of symbols which catalog the objects, events, and relation in the world .
Dengan melihat deretan definisi tentang bahasa di atas, dapat disimpulkan bahwa cukup banyak dan bervariasi definisi tentang bahasa yang bisa kita temui. Variasi itu wajar terjadi karena sudut pandang keilmuan mereka yang juga berbeda. Meskipun demikian, variasi tersebut terletak pada penekanannya saja, akan tetapi hakikatnya sama. Ada yang menekankan bahasa pada fungsi komunikasi, ada yang mengutamakan bahasa sebagai sistem, ada pula yang memposisikan bahasa sebagai alat. Meskipun demikian, ada persamaan dalam hal-hal prinsip, yang oleh Alwasilah (1993: 82-89) disebut dengan hakikat bahasa, sebagaimana akan dijelaskan dalam uraian berikut ini.

2. Hakikat Bahasa
Bahasa itu sistematik,
Sistematik artinya beraturan atau berpola. Bahasa memiliki sistem bunyi dan sistem makna yang beraturan. Dalam hal bunyi, tidak sembarangan bunyi bisa dipakai sebagai suatu simbol dari suatu rujukan (referent) dalam berbahasa. Bunyi mesti diatur sedemikian rupa sehingga terucapkan. Kata pnglln tidak mungkin muncul secara alamiah, karena tidak ada vokal di dalamnya. Kalimat Pagi ini Faris pergi ke kampus, bisa dimengarti karena polanya sitematis, tetapi kalau diubah menjadi Pagi pergi ini kampus ke Faris tidak bisa dimengarti karena melanggar sistem.
Bukti lain, dalam struktur morfologis bahasa Indonesia, prefiks me- bisa berkombinasi dengan dengan sufiks –kan dan –i seperti pada kata membetulkan dan menangisi. Akan tetapi tidak bisa berkombinasi dengan ter-. Tidak bisa dibentuk kata mentertawa, yang ada adalah mentertawakan atau tertawa. Mengapa demikian ? Karena bahasa itu beraturan dan berpola.

Bahasa itu manasuka (Arbitrer)
Manasuka atau arbiter adalah acak , bisa muncul tanpa alasan. Kata-kata (sebagai simbol) dalam bahasa bisa muncul tanpa hubungan logis dengan yang disimbolkannya. Mengapa makanan khas yang berasal dari Garut itu disebut dodol bukan dedel atau dudul ? Mengapa binatang panjang kecil berlendir itu kita sebut cacing ? Mengapa tumbuhan kecil itu disebut rumput, tetapi mengapa dalam bahasa Sunda disebut jukut, lalu dalam bahasa Jawa dinamai suket ? Tidak adanya alasan kuat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas atau yang sejenis dengan pertanyaan tersebut.
Bukti-bukti di atas menjadi bukti bahwa bahasa memiliki sifat arbitrer, mana suka, atau acak semaunya. Pemilihan bunyi dan kata dalam hal ini benar-benar sangat bergantung pada konvensi atau kesepakatan pemakai bahasanya. Orang Sunda menamai suatu jenis buah dengan sebutan cau, itu terserah komunitas orang Sunda, biarlah orang Jawa menamakannya gedang, atau orang Betawi menyebutnya pisang.
Ada memang kata-kata tertentu yang bisa dihubungkan secara logis dengan benda yang dirujuknya seperti kata berkokok untuk bunyi ayam, menggelegar untuk menamai bunyi halilintar, atau mencicit untuk bunyi tikus. Akan tetapi, fenomena seperti itu hanya sebagtian kecil dari keselurahan kosakata dalam suatu bahasa.

Bahasa itu vokal
Vokal dalam hal ini berarti bunyi. Bahasa mewujud dalam bentuk bunyi. Kemajuan teknologi dan perkembangan kecerdasan manusia memang telah melahirkan bahasa dalam wujud tulis, tetapi sistem tulis tidak bisa menggantikan ciri bunyi dalam bahasa. Sistem penulisan hanyalah alat untuk menggambarkan arti di atas kertas, atau media keras lain. Lebih jauh lagi, tulisan berfungsi sebagai pelestari ujaran. Lebih jauh lagi dari itu, tulisan menjadi pelestari kebudayaan manusia. Kebudayaan manusia purba dan manusia terdahulu lainnya bisa kita prediksi karena mereka meninggalkan sesuatu untuk dipelajari. Sesuatu itu antara lain berbentuk tulisan.
Realitas yang menunjukkan bahwa bahwa bahasa itu vokal mengakibatkan telaah tentang bahasa (linguistik) memiliki cabang kajian telaah bunyi yang disebut dengan istilah fonetik dan fonologi.

Bahasa itu simbol
Simbol adalah lambang sesuatu, bahasa juga adalah lambang sesuatu. Titik-titik air yang jatuh dari langit diberi simbol dengan bahasa dengan bunyi tertentu. Bunyi tersebut jika ditulis adalah hujan. Hujan adalah simbol linguistik yang bisa disebut kata untuk melambangkan titik-titik air yang jatuh dari langit itu. Simbol bisa berupa bunyi, tetapi bisa berupa goresan tinta berupa gambar di atas kertas. Gambar adalah bentuk lain dari simbol. Potensi yang begitu tinggi yang dimiliki bahasa untuk menyimbolkan sesuatu menjadikannya alat yang sangat berharga bagi kehidupan manusia. Tidak terbayangkan bagaimana jadinya jika manusia tidak memiliki bahasa, betapa sulit mengingat dan menkomunikasikan sesuatu kepada orang lain.

Bahasa itu mengacu pada dirinya
Sesuatu disebut bahasa jika ia mampu dipakai untuk menganalisis bahasa itu sendiri. Binatang mempunyai bunyi-bunyi sendiri ketika bersama dengan sesamanya, tetapi bunyi-bunyi yang meraka gunakan tidak bisa digunakan untuk membelajari bunyi mereka sendiri. Berbeda dengan halnya bunyi-bunyi yang digunakan oleh manusia ketika berkomunikasi. Bunyi-bunyi yang digunakan manusia bisa digunakan untuk menganalisis bunyi itu sendiri. Dalam istilah linguistik, kondisi seperti itu disebut dengan metalaguage, yaitu bahasa bisa dipakai untuk membicarakan bahasa itu sendiri. Linguistik menggunakan bahasa untuk menelaah bahasa secara ilmiah.

Bahasa itu manusiawi
Bahasa itu manusiawi dalam arti bahwa bahwa itu adalah kekayaan yang hanya dimiliki umat manusia. Manusialah yang berbahasa sedangkan hewan dan tumbuhan tidak. Para hali biologi telah membuktikan bahwa berdasarkan sejarah evolusi, sistem komunikasi binatang berbeda dengan sistem komunikasi manusia, sistem komunikasi binatang tidak mengenal ciri bahaya manusia sebagai sistem bunyi dan makna. Perbedaan itu kemudian menjadi pembenaran menamai manusia sebagai homo loquens atau binatang yang mempunyai kemampuan berbahasa. Karena sistem bunyi yang digunakan dalam bahasa manusia itu berpola makan manusia pun disebut homo grammaticus, atau hewan yang bertata bahasa.

Bahasa itu komunikasi
Fungsi terpenting dan paling terasa dari bahasa adalah bahasa sebagai alat komunikasi dan interakasi. Bahasa berfungsi sebagai alat memperaret antar manusia dalam komunitasnya, dari komunitas kecil seperti keluarga, sampai komunitas besar seperti negara. Tanpa bahasa tidak mungkin terjadi interaksi harmonis antar manusia, tidak terbayangkan bagaimana bentuk kegiatan sosial antar manusia tanpa bahasa.
Komunikasi mencakup makna mengungkapkan dan menerima pesan, caranya bisa dengan berbicara, mendengar, menulis, atau membaca. Komunikasi itu bisa beralangsung dua arah, bisa pula searah. Komunikasi tidak hanya berlangsung antar manusia yang hidup pada satu jaman, komunikasi itu bisa dilakukan antar manusia yang hidup pada jaman yang berbeda, tentu saja meskipun hanya satu arah. Nabi Muhammad SAW telah meninggal pada masa silam, tetapi ajaran-ajarannya telah berhasil dikomunikasikan kepada umat manusia pada masa sekarang. Melalui buku, para pemikir sekarang bisa mengkomunikasikan pikirannya kepada para penerusnya yang akan lahir di masa datang. Itulah bukti bahwa bahasa menjadi jembatan komunikasi antar manusia.
RANGKUMAN
Pengertian bahasa sangat bergantung pada dari sisi apa kita melihat bahasa. Dalam pengertian umum bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi berartikulasi yang bersifat arbitrer dan alat komunikasi .
Para ahli linguistik maupun komunikasi mengartikan bahasa sebagai suatu sistem tanda atau lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.
Meskipun definisi tentang bahasa redaksinya dan penekanannya berbeda, tetapi ada ciri-ciri umum yang bisa menggambarkan hakikat bahasa.
Ciri-ciri yang menjadi hakikat bahasa itu adalah bahwa bahasa itu sistematik, beraturan atau berpola; bahasa itu manasuka (Arbitrer), manasuka atau acak ; bahasa itu vokal atau bahasa itu merupakan sistem bunyi; bahasa itu symbol; bahasa itu mengacu pada dirinya; bahasa itu manusiawi; dan bahasa itu komunikasi

http://pbsindonesia.fkip-uninus.org/media.php?module=detailmateri&id=6

Jumat, 19 Maret 2010

Kan Ku Tancapkan Islam Di Dadaku...

ya illahi robbi...
kusucikan raga ini dengan senantiasa bertasbih memuja_MU,
kuteguhkan iman ini dengan senantiasa bertakbir mengagungkan_MU,
kujaga hati ini dengan senantiasa hanya mencintai_MU...

Kamis, 18 Maret 2010

"ASMA..."

“ASMA”
DEFINISI
Penyakit asma (Bronchial asthma; Exercise-induced asthma)adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara.

PENYEBAB
Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini menjadi penyabab asma dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.

Sel-sel tertentu di dalam saluran udara (terutama sel mast) diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya:
- kontraksi otot polos
- peningkatan pembentukan lendir
- perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.
Sel mast mengeluarkan bahan tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen), seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah atau bulu binatang.

Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atau berada dalam cuaca dingin.
Stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien.

Sel lainnya (eosnofil) yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma melepaskan bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan penyempitan saluran udara.
GEJALA
Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala asma dan hanya mengalami serangan serangan sesak nafas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu. Penderita lainnya hampir selalu mengalami batuk dan mengi (bengek) serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala.

Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan nafas yang berbunyi (wheezing, mengi, bengek), batuk dan sesak nafas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita menghembuskan nafasnya. Di lain waktu, suatu serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk.
Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak nafas, batuk atau rasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari.

Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan satu-satunya gejala.

Selama serangan asma, sesak nafas bisa menjadi semakin berat, sehingga timbul rasa cemas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat.
Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan.
Meskipin telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna,

Kadang beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan udara terkumpul di dalam rongga pleura atau menyebabkan udara terkumpul di sekitar organ dada. Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh penderita.
DIAGNOSA
Diagnosa asma ditegakkan berdasarkan gejala asma yang khas.

Untuk memperkuat diagnosa asma bisa dilakukan pemeriksaan spirometri berulang. Spirometri juga digunakan untuk menilai beratnya penyumbatan saluran udara dan untuk memantau pengobatan.

Menentukan faktor pemicu asma seringkali tidak mudah. Tes kulit alergi bisa membantu menentukan alergen yang memicu timbulnya gejala asma.
Jika diagnosisnya masih meragukan atau jika dirasa sangat penting untuk mengetahui faktor pemicu terjadinya asma, maka bisa dilakukan bronchial challenge test.
PENGOBATAN
Obat-obatan bisa membuat penderita asma menjalani kehidupan normal.
Pengobatan segera untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan pengobatan rutin untuk mencegah serangan.

Agonis reseptor beta-adrenergik merupakan obat asma terbaik untuk mengurangi serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang mungkin dipicu oleh olahraga.
Bronkodilator ini merangsang pelebaran saluran udara oleh reseptor beta-adrenergik.

Bronkodilator yang yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik (misalnya adrenalin), menyebabkan efek samping berupa denyut jantung yang cepat, gelisah, sakit kepala dan tremor (gemetar) otot.
Bronkodilator yang hanya bekerja pada reseptor beta2-adrenergik (yang terutama ditemukan di dalam sel-sel di paru-paru), hanya memiliki sedikit efek samping terhadap organ lainnya. Bronkodilator ini (misalnya albuterol), menyebabkan lebih sedikit efek samping dibandingkan dengan bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik.

Sebagian besar bronkodilator bekerja dalam beberapa menit, tetapi efeknya hanya berlangsung selama 4-6 jam.
Bronkodilator yang lebih baru memiliki efek yang lebih panjang, tetapi karena mula kerjanya lebih lambat, maka obat ini lebih banyak digunakan untuk mencegah serangan.

Bronkodilator tersedia dalam bentuk tablet, suntikan atau inhaler (obat yang dihirup) dan sangat efektif.
Penghirupan bronkodilator akan mengendapkan obat langsung di dalam saluran udara, sehingga mula kerjanya cepat, tetapi tidak dapat menj
PENCEGAHAN
Serangan asma dapat dicegah jika faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari.
Serangan yang dipicu oleh olah raga bisa dihindari dengan meminum obat sebelum melakukan olah raga.

CINTAKU UNTUK UMMI...

Ummi,,,
Pancaran kasih sayangmu tak pernah surut sepanjang waktu,
Lembutnya belaianmu mampu menyembuhkan kegelisahan dalam hati,
Tutur katamu yang selalu menemani langkahku untuk menggapai sebuah impian didadaku,
Dan segala pengorbananmu untuk kesuksesanku,
Takkan pernah mampu aku tebus
Walau dengan jiwa raga ini,
Walau kering air mata ini,

Sakitmu yang tak pernah kau rasa demi kesehatanku
Istirahatmu yang tak pernah kau dapat demi kanyamanan dan kepuasanku
Impianmmu yang tak pernah kau gapai demi tercapainya cita-citaku
Kebahagiaanmu yang tak pernah kau fikirkan demi sebuah senyam dibibirku

Namun aku,,,
Membalasnya dengan beribu-ribu bantahan
Beribu-ribu kata kasar
Beribu-ribu permintaan
Dan rasa yang slalu kekurangan

Namun kau slalu menjawabnya dengan tutur lembutmu
Yang penuh kasih sayang,
Pantaskah aku jika masih saja
Menuntut beribu-ribu keinginan
Hanya demi kepuasanku,
Tanpa memikirkan apa harapanmu padaku
Yang telah membesarkanku
Yang telah membuatku menjadi
Seorang insan yang cerdas,
Seorang insan yang insya'allah slalu beriman
Dan seorang insan yang mampu membuat insan lain menyayanginya
Teimakasih Ummi,,,terimakasih untuk semua,,,
Aku slalu merindukanmu dan akan slalu meyayangimu,,,
I LOVE YOU, UMMI...

ARTI SEBUAH SUJUD...???

Sebuah sujud...
Mampu menghempaskan segala beban dipundak
Mampu membuatku meluoakan cinta dunia yg penuh hawa nafsu manusia
Mampu menerangi seluruh ruang di jiwa
Memberikan kesejukan dalam hati, yang tak mampu aku uraikan dengan kata
Menceritakan kepadaku betapa besar keagungan_Nya
mengajariku tuk slalu bertasbih memuja_Nya
Untuk slalu mengharap ridho_Nya
Demi menggapai nikmatnya surga...

Wahai sahabatku...
Apakah arti sebuah sujud untukmu...???

N@iN_M$...
^_^

Selasa, 23 Februari 2010

Dengarkan hatimu...Pastikan pilihanmu...