Senin, 20 Juni 2011

Separuh Hidupku

19 tahun lalu...
ummi berjuang untukku
mempertaruhkan nyawanya untukku
sekarang...
ia masih senantiasa berkorban untukku
menemaniku dalam setiap gundahku
walau hanya lembut suaranya yang mampu kudengar
memberikan seteguk nasehat sejuk ketika hati ni mulai nakal beranjak menjauhi_Nya
meneteskan air matanya ketika ku mencelotehkan beban dipundakku
walau belaian lembutnya tak lagi menjadi kado terindah tahun ini
namun do'anya senantiasa terpanjat untukku

19 tahun lalu...
engkau masih begitu kecil
mungil, tak berdosa
sekarang...
kertas putih itu telah penuh dengan warna

ummi...
senantiasalah mengiringi langkahku
karna engkau adalah sepenggal nafasku
abi, senantiasalah tersenyum untukku,
dengan senyum manismu yang mencerminkan betapa ikhlasnya dirimu
sesungguhnya engkau yang senantiasa membuatku mampu berdiri dalam segala kepahitanku...

jangan jadikan kaca bandara itu sebagai tempat terakhirku menatap wajah kalian,
senantiasalah menungguku,


insya'allah 2 tahun lagi,
senantiasalah menungguku...

Monday
June, 20nd 2011

2 komentar:

  1. I like it, kata-katanya itu loh, membuatku meruinding..... ngeri aku mbacanya..... saluuttttttttt.
    Sedikit tapi dalem banged maknanya......

    BalasHapus
  2. Oooo iya ya....
    Matur suwun njih....

    BalasHapus