5 Agustus 2012
Sungguh…
kader SKI bukanlah kader yang mengharapkan upah atas semua keringatnya,
Kader SKI
adalah kader yang siap bekerja ikhlas, dengan komitmen dan militansi yang
tinggi, demi terwujudnya kesejahteraan.
Kami
bukanlah suatu lembaga yang terkenal karena tokoh yang besar,
Kami memang
bukan lembaga dimana setiap orang membuka tangannya lebar-lebar untuk kami,
Namun kami
tetap bergerak, meski jalan ini sepi dari pujian, kami tetap melangkah,
Karena kami
bekerja dalam balutan ukhuwah,,,
*(dengan sedikit perubahan kata oleh penulis)
Begitulah sepenggal kalimat penutup seorang ustad saat
selesai acara buka puasa bersama di sebuah desa.
Untaian kalimat itu mungkin terlihat sederhana, biasa, dan
sering di dengar. Anda sebagai pembacapun mungkin berfikir tak ada yang luar
biasa dari untaian kalimat itu.
Namun tidak dengan saya.. untaian kalimat itu mampu membuat
air mata saya menetes… menetes deras…
Mengapa????
Pertanyaan itu sangat mungkin anda tanyakan.
Dan saya akan menjawab.
Air mata ini menetes karena rindu..
Rindu pada murobbi ana
Rindu pada saudara-saudara ana
Rindu pada untaian taujih yang
hampir tiap hari ana dengar
Rindu pada manisnya ukhuwah yang
membuat ana selalu mengkhayalkan wajah saudara-saudara ana..
Rindu melingkar merajut ukhuwah
Air mata ini menetes karena ana merasa malu
Malu karena militansi ini terasa meredup
Malu karena komitmen ini terasa kendur
Malu karena diri ini lama tak bergelut dalam agenda dakwah
Malu karena mungkin ana sempat terlena bahkan terlupa tentang
siapa diri ini
Air mata ini menetes karena bahagia
Bahagia karena menemukan saudara di
pelosok desa ini
Bahagia karena ku temukan keluarga
kecil di lingkungan yang asing bagi ana
Bahagia karena rindu ini terasa
terobati
Bahagia karena langkah ini terasa
terarah kembali
Ya Illahi Robb…
KKS ini sungguh menempaku tuk lebih kuat…
Alhamdulillah.. Trimakasih untuk segala yang terbaik yang
Engkau berikan untuk hamba…
By: MS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar