Kemarin masih ku lihat mereka menunduk santun di depan
para tetua
Kemarin masih ku lihat mereka
menjulurkan pakaian sopan berbalut krama yang menambah keanggunan
Kemarin masih aku lihat malu yang menghiasi senyum
mereka
Malu yang menjaga mereka untuk
senantiasa menjaga lisan sebelum berkata
Malu yang menjaga langkah sebelum
bertindak
Malu yang menjaga hati mengingatkan
akhlak yang syar’i
Itulah kemarin kawan…
Kini mereka bagaikan raja yang memegang dunia
Ilmu dan pengetahuan yang mengantar
mereka menggapai cita
Seakan tak ada campur tangan Sang
Pencipta
Langkah mereka seakan tegap menantang dunia
Dada mereka membusung lupa akan kebesaran Nya
Seakan raga takkan berpisah dengan jiwa
Hingga bibir senantiasa tertawa bangga
Melupakan hati yang sedang rindu akan munajat pada
Nya
Namun fikri senantiasa membuyarkannya
Apakah jiwa masih senantiasa tentram dengan apa yang
ada?
Bila ridho Nya tak lagi menghiasi diri
Bisakah engkau bayangkan apa yang akan terjadi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar