Duri itu kembali menusukku
Kali ini bukan hanya pada hatiku, namun juga pada
jantungku
Begitu jalan ini mengujiku
Begitu Dia mengajariku untuk lebih menegakkan
langkah
Sempat terlintas dibenak ini
“Ya Illahi, bolehkah ku duduk sebentar hingga darah
yang mengucur ini berhenti???
Bolehkah ku beristirahat sejenak untuk menghela
nafas yang mulai tersenggal-senggal ini???”
Jawaban yang ada adalah “silahkan… ketika engkau duduk
dan beristirahat, maka orang-orang disampingmu akan tetap melangkah mengisi
barisan kosong yang engkau tinggal duduk itu.”
Sungguh merugilah bagi mereka yang berfikir bahwa dakwah
membutuhkan dirinya, karena sesungguhnya dirinyalah yang membutuhkan dakwah.
Dirinyalah yang membutuhkan jalan ini.
Aturlah nafasmu dengan baik hingga ketika duri-duri itu
menusukmu, nafasmu takkan terlalu tersenggal-senggal hingga mengharuskanmu
untuk duduk dan beristirahat.
“……serulah manusia mengerjakan
yang ma’ruf, mencegah mereka dari perbuatan munkar dan bersabarlah atas apa yang menimpa kamu…….” (QS. Lukman: 17).
Begitulah terjalnya jalan ini kawan, hingga Allah meminta
kita untuk bersabar atas apa yang menimpa kita. Begitulah Allah memberitahu dan
mengingatkan kita akan beratnya menegakkan langkah dijalan ini.
Wahai kawan… sungguh begitu berat jalan ini bila engkau
mencoba menapakinya sendiri, bukankah begitu?
Itulah kenapa Rasulullah mengajak Abu Bakar dalam dakwahnya…
Itulah kenapa aku membutuhkanmu disini.. dalam dakwah ini…
Sungguh terasa begitu berat amanah ini ketika hanya pundak
ini yang memikulnya
Tak tahukah engkau wahai kawan bahwa kubutuh pundakmu untuk
bersama memikul amanah ini?
Setidaknya senyummu hadir ketika beban dipundak ini terasa
membludak…
Setidaknya semangatmu memberikan teladan bagiku untuk terus
melangkah
Setidaknya pemikiranmu
mengajariku untuk terus bergerak
Karena kita saudara, karena kita sama melangkah dijalan ini,
karena kita sama melingkar merajut ukhuwah…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar