Minggu, 03 Juni 2012

Juni yang Mendung


Duri itu kembali menusukku
Kali ini bukan hanya pada hatiku, namun juga pada jantungku
Begitu jalan ini mengujiku
Begitu Dia mengajariku untuk lebih menegakkan langkah
Sempat terlintas dibenak ini
“Ya Illahi, bolehkah ku duduk sebentar hingga darah yang mengucur ini berhenti???
Bolehkah ku beristirahat sejenak untuk menghela nafas yang mulai tersenggal-senggal ini???”
Jawaban yang ada adalah “silahkan… ketika engkau duduk dan beristirahat, maka orang-orang disampingmu akan tetap melangkah mengisi barisan kosong yang engkau tinggal duduk itu.”

Sungguh merugilah bagi mereka yang berfikir bahwa dakwah membutuhkan dirinya, karena sesungguhnya dirinyalah yang membutuhkan dakwah. Dirinyalah yang membutuhkan jalan ini.
Aturlah nafasmu dengan baik hingga ketika duri-duri itu menusukmu, nafasmu takkan terlalu tersenggal-senggal hingga mengharuskanmu untuk duduk dan beristirahat.
 “……serulah manusia mengerjakan yang ma’ruf, mencegah mereka dari perbuatan munkar dan bersabarlah atas apa yang menimpa kamu…….” (QS. Lukman: 17).
Begitulah terjalnya jalan ini kawan, hingga Allah meminta kita untuk bersabar atas apa yang menimpa kita. Begitulah Allah memberitahu dan mengingatkan kita akan beratnya menegakkan langkah dijalan ini.
Wahai kawan… sungguh begitu berat jalan ini bila engkau mencoba menapakinya sendiri, bukankah begitu?
Itulah kenapa Rasulullah mengajak Abu Bakar dalam dakwahnya…
Itulah kenapa aku membutuhkanmu disini.. dalam dakwah ini…
Sungguh terasa begitu berat amanah ini ketika hanya pundak ini yang memikulnya
Tak tahukah engkau wahai kawan bahwa kubutuh pundakmu untuk bersama memikul amanah ini?
Setidaknya senyummu hadir ketika beban dipundak ini terasa membludak…
Setidaknya semangatmu memberikan teladan bagiku untuk terus melangkah
Setidaknya  pemikiranmu mengajariku untuk terus bergerak
Karena kita saudara, karena kita sama melangkah dijalan ini, karena kita sama melingkar merajut ukhuwah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar