Pergerakan bukanlah
menjadi hal yang asing lagi di telinga kita. Organisasi-organisasi pergerakan
Islam pun mulai bermunculan di tanah air tercinta kita ini. organisasi yang
mengatasnamakan organisasi dakwah ini semakin melaju dalam menegakkan syariat
Islam hingga ke pelosok negeri.
Subhanallah… itulah
yang mampu saya katakan. Betapa terharunya saya menyaksikan para aktivis dakwah
yang semangatnya berkobar-kobar. Duch, rindu di dada akan kemenangan Islam pun
terasa tersiram dengan melihat para aktivis dakwah yang tak kenal kata lelah
meski jalan mereka begitu berduri.
Sebagian dari mereka mengatakan bahwa duri itulah seni dalam jalan ini.
Subhanallah…
Sering ku teteskan air
mata ini ketika melihat kekompakan langkah mereka dalam memperjuangkan tegaknya
syariat Islam. Betapa mereka bersabar bersama dalam segunduk cemoohan
orang-orang, betapa mereka menangis bersama, namun tetap tersenyum dalam
kelelahan. Sering ingin kuteriakkan pada para yahudi itu, kami disini masih
tegap berdiri dalam barisan yang kokoh. Ingin ku buat nyali mereka menciut
dengan langkah kami dalam jama’ah dakwah.
Namun,…….
Perpecahan pun tak
terelakkan. Namun bukankah perbedaan tidak selalu berarti permusuhan?.
Perbedaan memang selalu ada. Namun bukankah yang lebih baik adalah ketika kita
saling menjaga persaudaraan yang mutlaknya telah ada diantara kita?.
Hasan Al-Banna mengatakan “Mari kita saling
bekerjasama dalam hal-hal yang kita sepakati. Dan mari kita saling memaafkan
dalam masalah-masalah yang kita berbeda pendapat”
Senjata kita adalah
untuk melawan para kafir laknatullah, untuk melawan kezhaliman di sekitar kita.
Tak pantaslah ketika senjata kita malah kita hadapkan pada saudara-saudara kita
sendiri. Sungguh kita bersaudara dalam ikatan syahadat.
Inginkah engkau
memenangkan dakwahmu atas Islam ini wahai saudaraku yang kucintai karena
Allah?. Maka mari bersama-sama memenangkan bendera Islam. Bukan bendera-bendera
yang lain.
Bukankah bersama jauh
lebih hebat? Bukankah Allah menyukai orang-orang dalam barisan yang kokoh dan
rapi? Engkau dan aku, Insya’allah sama-sama berniat bekerja untuk Nya. Maka
mari kita belajar saling membangun. Berjuang bersama. Tanpa menyimpan penyakit
hati di antara kita.
Untuk
saudaraku di jalan dakwah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar