Pernah ada waktu dalam ukhuwah ini, kita terlalu akrab bagai
awan dan hujan,
Merasa menghiasi langit, menyuburkan bumi dan melukis
pelangi,
Namun tak sadar kita saling meniadai.
Disatu titik sejenak kita berhenti, menyadari mungkin hati
kita tlah terkecualikan dari ikatan diatas iman.
Bahkan saling menasehatpun tak lain bagai dua lilin saling
mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api.
Sekarang aku merasa bersalah lagi, seolah hadirku kini hanya
untuk menegur,
Hanya mengajukan keberatan bahkan menyalahkan, bukan lagi
penguatan, bukan lagi uluran tangan.
Kurasa uluran tanganku yang dulupun hanya membuat kita
berputar dikubangan yang kau gali,
Kini aku hanya menangis mengingat kisah dulu.
Atau harus kutenggelamkan diriku dalam kubangan air mata
itu?
Menghapus dua jejak langkah, melebarkan jalan
Ini jalanmu dan jalanmu, menitilah diatasnya
Dan kan kubangun jalanku di sebelah jalanmu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar